Indeks pada kolom yang sering digunakan dalam WHERE, JOIN, dan ORDER BY bisa meningkatkan performa drastis.
9. Manfaatkan Caching Aset
Atur cache browser untuk CSS, JavaScript, dan gambar menggunakan header far-future expires.
10. Gunakan CDN
Distribusikan aset statis melalui Content Delivery Network (CDN) agar lebih cepat diakses dari berbagai lokasi.
11. Kompilasi Aset Produksi
Gunakan Laravel Mix atau tool build lain untuk minifikasi dan optimasi aset.
12. Kurangi Paket Tidak Perlu
Audit dependensi dan hapus package yang jarang digunakan.
13. Perbarui Filament dan Dependensi
Versi terbaru sering membawa perbaikan bug dan optimasi performa
14. Gunakan Laravel Debugbar atau Telescope
Alat ini membantu memprofilkan aplikasi dan menemukan bottleneck performa.
Catatan: Debugbar juga bisa memperlambat aplikasi. Nonaktifkan atau hapus setelah selesai debugging.
15. Pelajari Studi Kasus Nyata
Ada video edukatif yang membahas penyebab Filament lambat dan cara menemukannya. Cari di YouTube dengan kata kunci : Filament Slow
Optimasi performa Filament bukan soal satu trik, melainkan kombinasi strategi: caching, query yang efisien, aset teroptimasi, dan profiling rutin. Dengan pendekatan yang tepat, Filament bisa tetap cepat meski data terus bertambah.












