Scroll untuk baca Berita
InfrastructureOpini

Teknologi di Balik Starlink: Internet Satelit Revolusioner dari SpaceX

48
×

Teknologi di Balik Starlink: Internet Satelit Revolusioner dari SpaceX

Share this article
Teknologi di Balik Starlink Internet Satelit Revolusioner dari SpaceX, Foto: Starlink Indonesia

Pamulang.net, Starlink adalah proyek ambisius dari SpaceX, perusahaan antariksa yang didirikan oleh Elon Musk. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah ke seluruh dunia, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet tradisional.

Dengan menggunakan konstelasi satelit yang mengorbit Bumi, Starlink berpotensi mengubah cara kita terhubung ke internet.

Teknologi di Balik Starlink

Starlink memanfaatkan konstelasi ribuan satelit kecil yang ditempatkan di orbit rendah Bumi (LEO). Teknologi ini berbeda dari satelit komunikasi tradisional yang berada di orbit geostasioner (GEO).

Beberapa keunggulan teknologi yang digunakan Starlink antara lain:

  1. Orbit Rendah (LEO): Satelit Starlink berada pada ketinggian sekitar 340 hingga 1.200 km dari permukaan Bumi, jauh lebih rendah dibandingkan satelit GEO yang berada di ketinggian sekitar 35.000 km. Ini mengurangi latensi dan memungkinkan koneksi internet yang lebih cepat.
  2. Teknologi Beamforming: Satelit Starlink menggunakan teknologi beamforming untuk mengarahkan sinyal internet langsung ke terminal pengguna. Ini meningkatkan efisiensi dan kualitas koneksi.
  3. Desain Modular dan Massal: Satelit Starlink dirancang untuk diproduksi secara massal dengan biaya yang lebih rendah. SpaceX meluncurkan satelit-satelit ini dengan roket Falcon 9 mereka sendiri, yang dapat digunakan kembali, sehingga menekan biaya peluncuran.
  4. Komunikasi Antarsatelit: Satelit-satelit ini dilengkapi dengan laser untuk komunikasi antar satelit, memungkinkan transfer data yang cepat dan efisien di antara mereka tanpa harus selalu mengirim data ke stasiun bumi.

Manfaat di Balik Starlink: