Scroll untuk baca Berita
Artificial IntelligenceGame

AI Masuk Studio Game, Tapi Malah Ditakuti: 52% Developer Nilai AI Lebih Merugikan daripada Menguntungkan

9
×

AI Masuk Studio Game, Tapi Malah Ditakuti: 52% Developer Nilai AI Lebih Merugikan daripada Menguntungkan

Share this article
AI Masuk Studio Game, Tapi Malah Ditakuti 52 persen Developer Nilai AI Lebih Merugikan daripada Menguntungkan, foto:(razer)

Pamulang.net, Game – Industri game global tengah berpacu mengadopsi kecerdasan buatan (AI), namun di saat yang sama dibayangi kecemasan mendalam soal masa depan pekerjaan dan kreativitas. Temuan ini terungkap dalam laporan State of the Game Industry 2026 yang dirilis penyelenggara Game Developers Conference (GDC).

Berdasarkan survei terhadap lebih dari 2.300 profesional industri game dari berbagai peran dan disiplin, laporan tersebut menunjukkan paradoks besar: AI generatif digunakan semakin luas, tetapi kepercayaan terhadap manfaatnya justru terus menurun.

AI Dipakai, Tapi Dianggap Merugikan

Menurut laporan tersebut, 52% profesional industri game menilai AI generatif berdampak negatif bagi industri melonjak tajam dari 30% pada tahun sebelumnya.

Sebaliknya, hanya 7% responden yang percaya AI membawa dampak positif, angka yang terus menurun selama dua tahun berturut-turut.

Kondisi ini terjadi di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belum mereda.

Sebanyak 28% responden mengaku kehilangan pekerjaan dalam dua tahun terakhir, dengan angka meningkat menjadi 33% di Amerika Serikat.

Bahkan, 50% responden menyebut perusahaan tempat mereka bekerja baik saat ini maupun sebelumnya melakukan PHK dalam 12 bulan terakhir.